Sabtu, 30 November 2013

Besi dan Asal Usulnya, Kajian Ilmiah Al-Qur;an

Ada satu surat dalam Alquran yang memakai nama logam, yaitu Surat Al-Hadid, artinya “besi”. Itulah sebabnya tepat sekali masjid di kompleks Krakatau Steel di Cilegon bernama Masjid Al-Hadid. Siapakah di antara kita yang tidak mengenal besi? Logam yang paling populer, dengan nama Latin ferrum dan lambang kimia Fe.

                 لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ  وَأَنْزَلْنَا 

الْحَدِيدَ  فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚإِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ 

عَزِيزٌ

artinya:Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Dalam Surat Al-Hadid ayat 25, Allah berfirman: wa anzalnaa 1-hadiid. Meskipun kataanzal sangat jelas artinya, yaitu “menurunkan”, banyak penafsir Alquran yang ragu-ragu menerjemahkan anzal dalam ayat ini. Sebab, yang banyak dijelaskan oleh Allah dengan memakai kata anzal biasanya “air” (anzalnaa l-maa’) atau “kitab” (anzalnaa I-kitaab).
Nah, sekarang besi. Kalau diterjemahkan “Dan Kami menurunkan besi”, tentu harus dijelaskan bagaimana peristiwa “turunnya” besi itu. Bukankah besi itu hasil pengolahan bijih besi dari dalam tanah, bukannya jatuh dari atas? Mengapa Allah menggunakan kata anzal(“turun”)?
Abdullah Yusuf Ali, dalam tafsirnya The Holy Qur’an, menerjemahkannya “And We sent down iron“, lalu dalam catatan kaki diterangkan: sent down, in the sense of revealed to man the use of certain things. Jadi, kata Yusuf Ali, yang diturunkan itu bukan logam besinya tetapi kegunaannya. Terjemahan Alquran dari Departemen Agama Republik Indonesia berbunyi: “Dan Kami ciptakan besi“. Tidak berani rupanya para ulama Depag itu menerjemahkannya secara benar: “Dan Kami menurunkan besi“.
Sintesis Besi
Informasi Allah mengenai besi yang diwahyukan pada abad ke-7 baru dapat dipahami oleh para ilmuwan pada abad ke-20! Baru sekarang para ilmuwan mengetahui bahwa besi di Bumi ternyata memang turun dari langit, sebab besi tercipta pada bintang-bintang melalui proses nukleosintesis. Ketika bintang-bintang itu mati (padam) lantaran kehabisan bahan bakar hidrogen, besi itu (bersama unsur-unsur yang lain) dihamburkan ke ruang angkasa.
Tata surya kita, termasuk planet Bumi, terbentuk dari awan gas dan partikel debu sisa-sisa bintang yang menjadi rekat akibat rotasi. Unsur terbanyak yang menyusun Bumi ini adalah besi yang turun dari langit. Itulah sebabnya besi disebutkan secara khusus oleh Allah SWT. Bumi kita yang bermassa 6 x 1021 ton ini terbangun dari 35% besi (Fe), 26% oksigen (O), 13% silikon (Si), 10% magnesium (Mg), 4% nikel (Ni), dan sisanya unsur-unsur yang lain.
Bumi kita mempunyai jari-jari (radius) 6.378 km. Lapisan paling atas adalah “kulit Bumi”(earth’s crust) yang tipis, hanya sedalam 25-90 km di kawasan daratan dan 6-11 km di kawasan samudera. Di lapisan kulit Bumi, besi (Fe) cuma unsur peringkat empat terbanyak sesudah oksigen (O), silikon (Si), dan aluminium (Al). Di bawah kulit Bumi ada lapisan “selimut Bumi” (earth’s mantle), kemudian paling bawah ada lapisan “pusat Bumi” (earth’s core) yang berjari-jari 3.470 Km. Nah, pusat Bumi tersusun dari 90% besi (Fe), sisanya nikel (Ni) dan belerang (S).